Rangkaian pompa otomatis dengan WLC (water level control)
Rangkaian pertama yang menjalankan dan menghentikan dirinya sendiri: tidak ada tombol START sama sekali pada mode otomatis. Yang memerintahkan pompa bukan operator, melainkan air yang dipompanya sendiri. Relai level membaca tiga elektroda di dalam tandon, dan jarak antara elektroda atas dan bawah itulah yang membuat pompa tidak menyala-mati berkali-kali di satu ketinggian.
Diagram rangkaian 3.10 — Pompa pengisi tandon (WLC)
Pompa mengisi tandon dan berhenti sendiri saat air menyentuh elektroda atas, lalu mengisi lagi setelah air turun melewati elektroda bawah. Jarak antara dua batas itulah yang membuat pompa tidak kedip-kedip di satu ketinggian.
Rangkaian Daya
Rangkaian Kendali
Diagram di atas digambar oleh perender yang sama dengan yang dipakai simulator, saat halaman ini dibangun — bukan gambar terpisah yang bisa berbeda dari alatnya. Penomoran terminal mengikuti kebiasaan IEC.
Cara kerjanya
-
1Tiga elektroda membaca air
Elektroda terpanjang menyentuh dasar dan menjadi acuan bersama; satu elektroda dipasang di batas bawah, satu lagi di batas atas. Relai level memeriksa apakah ada hantaran listrik antara acuan dan masing-masing elektroda — air yang menyentuh elektroda menutup jalur itu.
-
2Air di bawah batas bawah: pompa jalan
Elektroda batas bawah tidak tersentuh air, relai menutup kontaknya, kontaktor pompa menarik. Pengisian dimulai tanpa ada yang menekan apa pun.
-
3Air naik melewati batas bawah: pompa TETAP jalan
Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Relai tidak berhenti begitu batas bawah tersentuh — ia menahan keadaannya sampai batas ATAS tersentuh. Kalau tidak, pompa akan mati tepat di batas bawah, air turun sedikit, pompa hidup lagi, dan seterusnya beberapa kali per menit.
-
4Air menyentuh batas atas: pompa berhenti
Relai melepas, kontaktor lepas, pengisian selesai. Pompa baru akan hidup lagi setelah air turun jauh, melewati batas bawah. Jarak antara dua batas itu yang disebut histerisis.
-
5Sakelar MAN–0–AUTO
Posisi AUTO menyerahkan kendali ke relai level. Posisi MAN memaksa pompa jalan untuk pengujian dan pengisian darurat, melewati relai. Posisi 0 mematikan keduanya — itu posisi yang dipakai saat pompanya diperbaiki.
Kesalahan yang sering terjadi
Menghilangkan histerisis
Memasang satu batas saja, atau menaruh kedua elektroda berdekatan, membuat pompa menyala dan mati berulang kali dalam hitungan detik. Kontaktor cepat aus, dan motor pompa yang start berkali-kali per menit memanas.
Membaca level sebagai angka, bukan sebagai jalur tertutup
Relai ini tidak mengukur ketinggian; ia memeriksa ada atau tidaknya hantaran lewat air. Bedanya penting saat kabel elektroda putus: yang membaca angka akan menganggap ketinggian tidak berubah, sementara yang membaca jalur langsung tahu jalurnya terbuka — dan itu harus diperlakukan seperti tandon kosong atau penuh, bukan diabaikan.
Mengandalkan MAN untuk operasi sehari-hari
Posisi MAN melewati seluruh pengamanan level. Ditinggal di posisi itu, tandon meluap dan pompa bisa bekerja kering saat sumbernya habis.
Coba sendiri
Rangkaian ini bisa dijalankan langsung di peramban: tekan tombolnya, dan arusnya digambar bergerak di kabel yang benar-benar dialiri. Tidak perlu daftar akun, dan keduanya terbuka untuk semua orang.
Buka Pompa pengisi tandon (WLC) di simulator
Atau langsung ke bagian yang paling dekat dengan pekerjaan sungguhan: panel yang sudah rusak, gejalanya di depan mata, dan multimeter untuk menelusurinya. Rangkaian ini punya 9 kerusakan yang bisa disuntikkan, dan yang mana yang kena tidak diberitahukan.
Yang ada di balik kode akses
Membaca diagram dan menelusuri kerusakannya terbuka untuk semua orang, dan tetap begitu. Yang perlu kode akses ada tiga, dan ketiganya menyambung langsung dari halaman ini:
- Mode Rakit — papan kosong dan rak komponen, untuk merakit sendiri Pompa pengisi tandon (WLC) dari nol lalu dibandingkan dengan rangkaian acuannya.
- Ebook — bacaan teori berjenjang, dengan satu bab khusus untuk rangkaian 3.10 ini.
- Hitungan desain panel — arus nominal, ukuran kontaktor, setelan pengaman beban lebih, penampang kabel, dan jatuh tegangan untuk motor yang benar-benar dipasang.
Sekali bayar, berlaku selamanya, tanpa autodebet dan tanpa pendaftaran akun. Sebelum memutuskan, seluruhnya bisa dicoba dulu tanpa membayar dan tanpa memasukkan data apa pun.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa tidak ada tombol START pada mode otomatis?
Karena yang memerintahkan pompa adalah ketinggian airnya. Menambahkan tombol START akan membuat orang mengira pompa perlu dihidupkan manual, padahal justru kemandiriannya yang jadi isi pelajaran ini.
Berapa jarak yang baik antara elektroda atas dan bawah?
Cukup jauh sehingga satu siklus pengisian berlangsung menit, bukan detik. Yang menentukan bukan angka baku melainkan debit pompa dan luas tandon: makin besar debitnya dibanding tandonnya, makin jauh jarak yang dibutuhkan.
Kenapa memakai tiga elektroda, bukan dua?
Elektroda ketiga adalah acuan bersama yang selalu terendam. Dua elektroda lainnya membandingkan diri terhadapnya. Tanpa acuan itu, relai tidak punya jalur balik untuk memeriksa hantaran.