Belajar Listrik Simulator rangkaian kendali motor 3 fasa

Cara menghitung hukum Ohm: V, I, R, dan daya satu fasa

Hukum Ohm menghubungkan tiga besaran: tegangan (V), arus (I), dan hambatan (R). Tahu dua di antaranya berarti yang ketiga sudah tertentu. Dayanya menyusul dari pasangan mana pun yang sudah ada. Itulah kenapa kalkulator ini meminta tepat dua kolom, bukan empat: mengisi lebih dari dua membuat angkanya bisa saling bertentangan, dan yang mana yang benar cuma orang di depan panel yang tahu.

Rumusnya

V = I × R Tegangan sama dengan arus dikali hambatan.
P = V × I Daya sama dengan tegangan dikali arus.
P = I² × R = V² / R Dua bentuk lain untuk daya, dipakai kalau yang diketahui pasangan yang berbeda.

Contoh terhitung

Sebuah setrika bertuliskan 220 V dan 350 W. Berapa arus yang ditariknya, dan berapa hambatan elemennya saat panas?

Tegangan (V) 220 V
Arus (I) 1,591 A
Hambatan (R) 138,29 Ω
Daya (P) 350 W

Angka di atas dihitung oleh kalkulator yang sama dengan yang dipakai di aplikasi, saat halaman ini dibangun — bukan diketik ulang.

Hitung sendiri di sini

Kalkulatornya butuh JavaScript. Rumus dan contoh terhitung di halaman ini tetap lengkap tanpanya.

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa harus dua kolom, tidak boleh tiga?

Tiga angka yang diisi tangan hampir selalu tidak konsisten satu sama lain — misalnya 220 V, 1,6 A, dan 100 Ω, padahal 220 dibagi 1,6 bukan 100. Kalkulator yang tetap menjawab akan diam-diam memilih dua dan mengabaikan yang ketiga.

Apakah hukum Ohm berlaku untuk motor tiga fasa?

Tidak langsung. Motor tiga fasa punya faktor daya dan tiga fasa yang bergeser 120°, jadi dayanya memakai rumus lain. Untuk itu pakai hitungan daya tiga fasa.

Buka simulator dan kalkulator lengkapnya