Cara menghitung ukuran genset untuk motor 3 fasa
Genset yang dipilih sebesar daya motornya hampir selalu gagal menstart motor itu. Sebabnya bukan mesin dieselnya kurang bertenaga, melainkan alternatornya: saat start, motor sangkar-tupai menarik lima sampai delapan kali arus nominalnya selama beberapa detik, dan selama detik-detik itu tegangan genset jatuh. Kalau jatuhnya terlalu dalam, torsi motor ikut jatuh — torsinya sebanding dengan kuadrat tegangan — dan motornya berdengung di tempat sampai pengamannya lepas.
Rumusnya
Contoh terhitung
Motor 15 kW, 380 V, cos φ 0,85, efisiensi 0,9, distart langsung (DOL) dengan perbandingan arus start 6 kali. Berapa yang harus dipikul genset saat start?
Angka di atas dihitung oleh kalkulator yang sama dengan yang dipakai di aplikasi, saat halaman ini dibangun — bukan diketik ulang.
Yang dikerjakan alatnya melebihi rumus di atas
- Berapa kVA yang benar-benar sanggup memikul start itu tanpa tegangannya jatuh terlalu dalam, dihitung dari reaktansi alternator dan batas jatuh tegangan yang kamu izinkan.
- Ukuran dari deret yang benar-benar ada di daftar sewa, bukan angka hasil pembulatan sendiri.
- Mana yang sedang menentukan ukurannya: lonjakan saat start, atau beban yang jalan terus-menerus.
- Berapa yang dihemat kalau startnya dipindah ke bintang-segitiga atau soft starter — sering selisih sewanya jauh melebihi biaya panelnya.
Hitungan desain terbuka dengan kode akses — sekali bayar, berlaku selamanya, tanpa autodebet dan tanpa pendaftaran akun. Hukum Ohm, daya tiga fasa, dan konversi satuan tetap gratis tanpa kode.
Lihat harganya di aplikasiPertanyaan yang sering muncul
Apakah cukup mengalikan daya motor dengan tiga?
Aturan jempol semacam itu beredar, dan kadang kebetulan benar. Tetapi pengalinya bergantung pada cara start, pada perbandingan arus start motornya, dan pada berapa dalam tegangan boleh jatuh — tiga hal yang berbeda-beda tiap pekerjaan. Motor yang sama bisa butuh genset tiga kali lipat atau lebih dari lima kali lipat dayanya, tergantung startnya.
Kenapa yang dipakai kVA, bukan kW?
Karena yang dibatasi alternator adalah arus, dan arus dikali tegangan adalah daya semu. Saat start, faktor daya motor jatuh sampai sekitar 0,3 — dayanya kecil dalam kW tetapi arusnya besar sekali, dan alternatornya merasakan arus itu, bukan kW-nya.
Bagaimana kalau gensetnya juga memikul beban lain?
Beban yang sudah jalan lebih dulu ikut menempati alternator saat motor distart, jadi keduanya harus dijumlahkan. Urutan menghidupkan juga menolong: motor terbesar distart lebih dulu, saat gensetnya masih paling lapang.