Belajar Listrik Simulator rangkaian kendali motor 3 fasa

Cara menghitung daya dan arus 3 fasa (rumus √3)

Pada sistem tiga fasa, dayanya bukan sekadar tiga kali daya satu fasa. Angka √3 (kira-kira 1,73) datang dari beda sudut 120° antar fasa — bukan dari "tiga kali". Kalkulator ini bekerja dua arah: dari arus ke daya, atau dari daya ke arus. Daya semu dalam kVA selalu ikut ditampilkan, sebab itu angka yang menentukan ukuran genset, trafo, dan kabel — bukan kW.

Rumusnya

P = √3 × V × I × cos φ Daya nyata dalam watt, dari tegangan antar-fasa dan arus per fasa.
I = P / (√3 × V × cos φ) Rumus yang sama dibalik, untuk mencari arus dari daya.
S = √3 × V × I Daya semu dalam VA — tanpa faktor daya. Ini yang dipakai memilih genset dan trafo.

Contoh terhitung

Sebuah beban 15 kW bekerja pada 380 V dengan faktor daya 0,85. Berapa arus yang mengalir di tiap fasa?

Daya nyata (P) 15 kW
Arus per fasa (I) 26,81 A
Daya semu (S) 17,647 kVA
Daya reaktif (Q) 9,296 kVAr

Angka di atas dihitung oleh kalkulator yang sama dengan yang dipakai di aplikasi, saat halaman ini dibangun — bukan diketik ulang.

Hitung sendiri di sini

Kalkulatornya butuh JavaScript. Rumus dan contoh terhitung di halaman ini tetap lengkap tanpanya.

Pertanyaan yang sering muncul

Tegangan mana yang dipakai, 380 V atau 220 V?

Yang antar-fasa, yaitu 380 V pada jaringan Indonesia. Angka 220 V adalah tegangan fasa ke netral. Keduanya berhubungan lewat √3 juga: 380 dibagi 1,73 kira-kira 220.

Berapa cos φ yang wajar untuk motor?

Motor induksi berbeban penuh biasanya 0,8 sampai 0,9. Yang bekerja jauh di bawah beban penuh turun jauh — itu sebabnya motor kebesaran memboroskan tanpa terlihat boros.

Buka simulator dan kalkulator lengkapnya