Rumus transformator: perbandingan lilitan, tegangan, dan arus
Transformator memindahkan daya tanpa hubungan kawat, lewat inti besi yang dipakai bersama dua belitan. Yang menentukan tegangan keluarnya cuma satu hal: berapa banding berapa jumlah lilitan kedua belitan itu. Yang sering dilupakan adalah pasangannya — daya tidak bertambah di dalam trafo, jadi sisi yang tegangannya diturunkan selalu mengalirkan arus yang lebih besar. Di situlah kabelnya harus lebih tebal, dan di situ pula sekringnya paling sering putus tanpa ada yang mengerti kenapa.
Rumusnya
Contoh terhitung
Trafo 100 VA menurunkan 220 V menjadi 12 V. Lilitan primernya 1.000. Berapa lilitan sekundernya, dan berapa arus di kedua sisi?
Angka di atas dihitung oleh kalkulator yang sama dengan yang dipakai di aplikasi, saat halaman ini dibangun — bukan diketik ulang.
Hitung sendiri di sini
Kalkulatornya butuh JavaScript. Rumus dan contoh terhitung di halaman ini tetap lengkap tanpanya.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa arus sekunder jauh lebih besar daripada arus primer?
Karena dayanya sama di kedua sisi. Trafo 100 VA yang menurunkan 220 V ke 12 V menarik kurang dari setengah ampere di sisi 220 V, tetapi mengalirkan lebih dari delapan ampere di sisi 12 V. Kabel sisi sekundernya karena itu jauh lebih tebal.
Apakah trafo bisa menaikkan daya?
Tidak. Trafo menukar tegangan dengan arus, tidak pernah menambah daya. Daya yang keluar bahkan sedikit lebih kecil daripada yang masuk, dan selisihnya keluar sebagai panas di inti dan di belitan — itulah sebabnya trafo besar berdengung dan hangat.
Apa itu volt per lilit?
Tegangan dibagi jumlah lilitan pada satu sisi. Angkanya sama di kedua sisi trafo, dan itu cara tercepat memeriksa hasil hitungan lilitan: kalau primer dan sekunder memberi volt per lilit yang berbeda, salah satu angkanya keliru.